Penanaman Modal mulai Bergerak ke Luar Jawa

JAKARTA–MICOM: Laporan kegiatan penanaman modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa penanam modal dari dalam dan luar negeri mulai memperluas investasi ke wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa.

“Investasi di luar Jawa mulai meningkat. Ini cukup positif karena kita mengharapkan penyebaran investasi ke daerah-daerah di luar Jawa,” kata Wakil Kepala BKPM Yus’an saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Minggu (31/10).

Peningkatan aktifitas penanaman modal di luar Jawa antara lain terlihat dari peningkatan realisasi investasi di luar Jawa.

Menurut data BKPM, realisasi penanaman modal pada triwulan III tahun 2010 di luar Jawa mencapai Rp21,4 triliun atau 37,7% dari seluruh investasi, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2009 yang hanya Rp5,9 triliun (12,9 persen).

“Peningkatan proyek antara lain terjadi di Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur juga ada,” katanya.

Deputi Kepala BKPM Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal MM Azhar Lubis menambahkan, kegiatan penanaman modal di luar Pulau Jawa utamanya pada sektor perkebunan dan pertambangan.

“Misalnya penanaman modal pada sektor perkebunan di Kalimantan Tengah oleh PT Graha Cakra Mulya. Juga ada penanam modal asing di sektor perkebunan seperti Wilmar,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, juga ada kerjasama penanaman modal untuk usaha pertambangan nikel di Maluku Utara antara PT Aneka Tambang dan perusahaan Prancis, Eramet.

Lebih lanjut Yus’an menjelaskan, pemerintah terus mendorong peningkatan investasi ke wilayah di luar Pulau Jawa untuk memeratakan pembangunan.

Upaya itu, kata dia, antara lain dilakukan dengan menawarkan insentif dan kemudahan bagi investor yang berniat menanamkan modal di luar Jawa.

“Kita ada peraturan pemerintah yang mengatur insentif pajak bagi kegiatan investasi pada bidang tertentu dan wilayah tertentu,” katanya.

Peraturan Pemerintan Nomor 62 tahun 2008 tentang fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman modal pada bidang usaha tertentu dan atau di daerah tertentu, kata dia, antara lain mengatur pemberian insentif pengurangan pajak penghasilan bagi penanaman modal pada bidang usaha tertentu di daerah tertentu di luar Jawa.

Ia menjelaskan pula bahwa dalam hal ini BKPM juga menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi keunggulan daerah dan melakukan promosi untuk menggaet investor.

“Promosi bersama dengan pemerintah daerah antara lain sudah dilakukan untuk daerah-daerah potensial seperti Riau, Papua, dan Kalimantan Timur. Kita akan terus berupaya mendorong investasi ke luar Jawa,” demikian Yus’an. (Ant/OL-3)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s