Akhir November FTZ BBK sudah menyeluruh

Dewan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun (DK FTZ BBK) memastikan akhir November 2010, penerapan FTZ BBK secara luas (menyeluruh) dilaksanakan. Kepastian ini, menyusul rampungnya pembahasan revisi PP Nomor 02 tahun 2009, tentang Kepabeanan, Perpajakan, Pengawasan Pemasukan Barang dari dan keluar Kawasan FTZ BBK.


“Awal November nanti, PP 02 tahun 2009 yang telah direvisi itu akan dibahas di tingkat para menteri bersama Dewan Kawasan Nasional. Hasilnya, selanjutnya akan diserahkan ke Presiden. Akhir November, PP 02 telah dilaksanakan secara luas,” kata Sekretaris DK FTZ BBK Jon Arizal, Rabu (27/10).

Untuk penyiapan pelaksana daerah, lanjutnya, Sekretaris Menko Ekuin, Eddi Abdurahman, dua hari lalu telah menggelar rapat dewan kawasan nasional di Novotel Batam. Rapat dihadiri instansi terkait, seperti Dirjen Perpajakan, Dirjen Bea dan Cukai, Kantor Pelabuhan, DK FTZ BBK, BP Kawasan BBK, Kanwil Bea dan Cukai Batam, Balai POM, Karantina, dan para pengusaha yang terhimpun dalam Apindo dan Kadin.

Rapat menghasilkan, beberapa keputusan, di antaranya, menjadikan BBK sebagai pusat pertumbuhan industri nasional. Ke depan, kawasan ini dapat menimbulkan multiplier effect daerah sekitarnya. Di mana, kawasan industri yang dibangun akan berdampak pada kawasan sekitar FTZ.

”Pengalaman sebelumnya, pengembangan Batam yang dilaksanakan Otorita Batam (OB) hanya menggunakan Kepres saja. Hingga kini, Batam mampu menjadi daerah industri. Dibangunnya Batam sebagai kawasan bonded zone, saat itu ikut memajukan daerah lain. Kondisi seperti inilah diharapkan atas penerapan FTZ BBK ke depan,” kata Jon.

Keputusan lain, penerapan FTZ BBK dapat dijadikan pengembangan perusahaan-perusahaan perminyakan. Di lokasi ini dibangun kawasan industri pipa, industri jaket, alat pengeboran. ”Diharapkan ini bisa tumbuh dengan pesat,” katanya.
Dengan pertumbuhan itu maka FTZ BBK bisa menjadi pelopor, yang saat ini masih dimiliki perusahaan McDermott Batam. Di perusahaan ini, sedikitnya memperkerjakan 6.000 tenaga kerja.

Khusus FTZ Tanjungpinang, diupayakan pengembangan industri kecil dan menengah. Seperti industri logam, mesin, pengolahan kayu, usaha padat karya seperti tekstil, kerajinan rumah tangga, dan sebagainya. ”Ini memerlukan keseriusan bersama,” tutur Jon.

Dalam rapat, tambahnya FTZ BBK diupayakan dapat sebagai pusat pariwisata nasional. terkenal. Yang dapat menarik devisa yang besar. ”Target BBK, dapat menarik 1,6 juta turis. Sebagian besar dari promosi FTZ,” jelasnya.

Selain itu, FTZ BBK dapat jadi lalu lintas nasional, pusat perkapalan, pusat pelayaran. Prinsipnya, PP 02 tahun 2009 untuk kelancaran arus barang, masuk dan keluar dari kawasan ini. (zek)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s