IMPOR PRODUK PANGAN NAIK 28%

JAKARTA: Impor produk makanan dan minuman sepanjang Januari-Agustus mencapai US$137,6 juta, meningkat 28,13% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Produk yang mengalami lonjakan impor di antaranya saus dan olahannya, campuran bumbu dan campuran bahan penyedap, tepung moster dan tepung kasar moster, serta moster olahan, permen, hingga produk serealia.

Malaysia menjadi pemasok produk makanan dan minuman impor terbesar dengan nilai impor mencapai US$23,8 juta atau 17,36% dari total produk pangan yang masuk Indonesia.

Sementara itu, China menempati posisi kedua dengan impor mencapai US$20,4 juta atau 14,85%, disusul Thailand sebesar US$18,9 juta atau 13,78%.

“Produk makanan dan minuman impor terbesar berasal dari Malaysia, bukan China,” kata Ketua Bidang Regulasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Franky M. Sibarani, pekan lalu.

Impor makanan dan minuman ini dilakukan oleh 599 pemilik status importir terdaftar (IT) produk tertentu makanan dan minuman. Pemerintah memang menerbitkan 774 importir terdaftar, tetapi 175 importir terdaftar telah dicabut izinnya.

“Itu [evaluasi] bagian dari pengawasan impor. Kami ingin agar yang melakukan kegiatan importasi ini adalah importir terdaftar. Ini sebagaimana yang diatur dalam Permendag No.56/M-DAG/PER/12/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu,” kata Franky.

Permendag No.56/2008 mengatur impor lima produk tertentu, yang kemudian disempurnakan dalam Permendag No.23/M-DAG/PER/5/2009 tentang impor lima produk tertentu, ditambah dua produk lainnya yakni jamu dan kosmetik.

Melalui permendag tersebut, pemerintah memperketat pengawasan terhadap masuknya produk tertentu melalui pelabuhan laut dan udara yang ditentukan, untuk mencegah banjir produk ilegal.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah mulai 1 Oktober 2010 mewajibkan pencantuman label berbahasa Indonesia pada produk selain pangan dan obat-obatan. “Sosialisasinya sudah cukup lama.”

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim mengancam menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang masih memakai bahasa asing pada produk impor, terkait dengan Permendag No. 62/M-DAG/PER/12/ 2009 jo No. 22/M-DAG/PER/5/2010.

“Sanksi tidak hanya dijatuhkan pada produk impor, karena yang wajib menggunakan label bahasa Indonesia adalah semua produk,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim Arifin T Hariadi.

Sanksi akan diberlakukan bertahap, dimulai dari pemanggilan terhadap importir, peringatan keras, hingga pencabutan izin usaha.

Franky menilai sejauh ini permendag itu cukup efektif menahan lonjakan arus impor. Namun, dia mengharapkan pengawasan tersebut harus ditingkatkan lagi sehingga produk dalam negeri terlindungi.

Ekspor nonmigas

Secara keseluruhan, arus masuk barang nonmigas pada Agustus turun 4,79% dibandingkan dengan angka bulan sebelumnya menjadi US$10,01 miliar.

Akan tetapi, secara kumulatif selama Januari-Agustus, impor nonmigas melonjak 43,56% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu menjadi US$70,35 miliar.

China masih mengukuhkan diri sebagai negara pemasok nonmigas terbesar senilai US$12,89 miliar atau memangsa pasar 18,32%. Adapun impor dari negara-negara Asean mencapai 22,42%.

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan semua golongan barang mengalami kenaikan impor, di mana impor barang konsumsi naik 52,37%, bahan baku/penolong naik 51,25%, dan barang modal naik 31,20%. “Peran terbesar masih didominasi oleh bahan baku/penolong 72,7%, disusul barang modal 19,84%.”

Sementara itu, ekspor nonmigas selama Januari-Agustus 2010 mencapai US$81,73 miliar atau meningkat 36,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Khusus pada Agustus, ekspor meningkat 32,35% menjadi US$11,77 miliar.

Kenaikan itu disokong oleh batu bara dan minyak sawit yang mengalami kenaikan harga.(er) (BIsnis Indonesia)

One response to “IMPOR PRODUK PANGAN NAIK 28%

  1. impor produk pangan naik?
    usaha tak ada,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s