Sidang Umum PBB – Agenda Utama Bahas Kemiskinan Global

Para pemimpin dunia bertemu di New York untuk mengikuti Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SU PBB), Senin (20/9). Salah satu agenda penting adalah membicarakan masalah kemiskinan, kelaparan, dan beragam penyakit. Dalam pertemuan tersebut mereka juga akan menandatangani pakta perang melawan kemiskinan 2015. “Pertemuan ini merupakan kesempatan penting untuk mewujudkan tujuan-tujuan kami,” ujar Sekretarus Jenderal PBB Ban Ki-moon. Agenda utama pertemuan dalam sepekan, tambahnya, adalah mendiskusikan “Pembangunan Milienium”.

Pertemuan ini akan dihadiri oleh pejabat pemerintahan tingkat tinggi sebagaimanan dilakukan oleh Sidang Umum PBB pada Kamis depan. Pada kesempatan tersebut, PBB juga mendorong para pemimpin dunia untuk membicarakan masalah-masalah terkait dengan perlindungan hak asasi manusia melawan terorisme, dan keanekaragaman hayati.

Pertemuan tingkat tinggi PBB yang membahas Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) ini berlangsung 20-22 September 2010. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Bappenas Armida Alisjahbana. Sementara Wakil Presiden Boediono akan berangkat hari ini ke New York, AS.

Untuk pertemuan tingkat tinggi tersebut, PBB menyiapkan laporan MDG tahun 2010 yang diberi tajuk “We Can End Poverty 2015, Millenium Development Goals”. Dalam laporan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada kata pengantar menegaskan bahwa semua pihak harus “menjaga janji” (keeping the promise).
“Deklarasi Milenium tahun 2000 merupakan pencapaian tertinggi kerja sama internasional yang menginspirasi usaha pembangunan yang telah meningkatkan kehidupan dari ratusan juta manusia di muka bumi,” tulis Ban Ki-moon.

“Sepuluh tahun kemudian, para pemimpin negara akan berkumpul kembali di Kantor PBB di New York untuk melihat perkembangannya, melihat tantangan dan kekosongan yang muncul, serta menyepakati strategi dan aksi konkret agar sasaran MDGs bisa tercapai pada 2015,” ungkap Ban Ki-moon. Dia menegaskan, sasaran-sasaran pada MDGs mewakili kebutuhan manusia dan hak dasar yang harus dinikmati semua orang di seluruh dunia.

Pertemuan tingkat tinggi PBB tersebut, selain dihadiri para pemimpin negara, kalangan bisnis, dan masyarakat sipil, juga akan dihadiri sejumlah duta muhibah PBB dan utusan perdamaian yang kencang menentang kondisi kemiskinan sekarang dan akan melakukan seruan untuk bertindak.

Menurut catatanan PBB, sebanyal 64 negara, tahun lalu, turut ambil bagian penandatanganan 103 perjanjian menyangkut masalah tersebut di atas. (Harian Global)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s