Transfer ke daerah naik 2 kali lipat

JAKARTA 16 AGustus 2010: Transfer dana APBN ke daerah selama kurun waktu 2005-2011 melonjak dua kali lipat dari Rp150,5 triliun menjadi Rp378,4 triliun pada RAPBN 2011.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah Atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN 2011 Beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatakan peningkatan ini sejalan dengan tanggung jawab dan kewenangan daerah yang makin besar.

“Sesuai dengan prinsip money follows functions, makin besar tanggung jawab yang diserahkan ke daerah, makin besar pula alokasi anggaran yang ikut didesentralisasikan,” katanya, hari ini.

Pada lingkup pembangunan daerah, jumlah daerah otonom yang akan mendapatkan Dana Perimbangan dari APBN Tahun Anggaran  2011 sebanyak 524 daerah otonom, terdiri dari 33 provinsi, 398 kabupaten, dan 93 kota.

Selain anggaran transfer ke daerah yang dikelola oleh pemerintah daerah dalam sistem APBD, sebagian besar dari dana APBN pada dasarnya juga mengalir ke daerah.

Aliran beberapa dana itu antara lain berupa dana dekonsentrasi, dana tugas pembantuan serta dana untuk melaksanakan program dan kegiatan instansi vertikal di daerah.

Selain itu, aliran dana juga melalui dana bantuan langsung, berupa PNPM, BOS,  JAMKESMAS dan BLT bersyarat yang sering disebut sebagai PKH, serta berbagai jenis subsidi (BBM, listrik, pangan, pupuk, dan benih).

“Secara keseluruhan, aliran dana APBN ke daerah  saat ini mencapai lebih dari 60% dari total belanja APBN. Besarnya dana APBN yang mengalir ke daerah,  menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah dalam menjalankan desentralisasi dan otonomi secara luas, nyata, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dengan makin besarnya dana APBN yang dialokasikan ke daerah-daerah, Presiden mengharapkan peran gubernur baik sebagai kepala daerah maupun sebagai wakil pemerintah pusat dalam mengkoordinasikan pengelolaan anggaran di daerah,  menjadi sangat penting.

“Karena itu, mulai tahun 2011, peran gubernur lebih kita optimalkan sesuai PP Nomor 19 Tahun 2010 yang mengamanatkan para Gubernur untuk melakukan pembinaan dan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan antara provinsi dengan instansi vertikal, antarinstansi vertikal, serta antarkabupaten/kota di wilayah provinsi.”

Di sisi lain, Presiden SBY menuturkan dengan makin besarnya dana APBN yang dialirkan ke daerah-daerah, sudah seharusnya diikuti oleh kompetensi dan tanggung jawab penuh dari segenap aparatur pemerintahan di daerah.

Pemerintah daerah juga diminta harus meningkatkan kualitas belanja (quality of spending), dengan memastikan APBD benar-benar dimanfaatkan untuk program dan kegiatan yang memiliki nilai tambah besar bagi masyarakat.

Di sisi lain, Presiden SBY menegaskan pemerintah juga memberikan perhatian yang lebih tinggi kepada Papua, Papua Barat, dan Aceh melalui alokasi Dana Otonomi Khusus.Pada RAPBN 2011, pemerintah mengucurkan dana otonomi khusus sebesar Rp3,1 triliun untuk Papua, Rp1,3 triliun untuk Papua Barat, dan Rp4,4 triliun untuk Aceh.

Selain dana otonomi khusus, Provinsi Papua dan Papua Barat juga mendapat dana tambahan infrastruktur sebesar Rp1,4 triliun guna mempercepat pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Saya berharap Dana Otonomi Khusus itu dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengejar ketertinggalan dalam pemenuhan pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan ekonomi rakyat. Namun, saya juga meminta dilaksanakan pengawasan yang lebih efektif dalam penggunaan Dana Otonomi Khusus tersebut,” tegasnya.

One response to “Transfer ke daerah naik 2 kali lipat

  1. Dana transfer ke daerah mungkin naik, tapi tidak sebanding dengan beban biaya yang harus ditanggung daerah. Kenaikan dana transfer ke daerah kebanyakan baru dapat diterima daerah jika para pejabat daerah mau “sowan”. Jika tidak, terima saja lah DAU,DAK, dan DBH yang pas-pasan.
    Sedangkan untuk dana penyesuian atau dana khusus lainnya yang tidak masuk dalam komponen Dana Perimbangan (yang namanya tiap tahun berubah-ubah), pejabat pemda harus rajin “sowan” baru akan mendapatkannya.
    Gak percaya?
    Gw juga gak percaya kok jadi gini ya…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s