Minimarket Menjamur, Ancam Pedagang Kelontong

DEPOK, Pikiran Rakyat- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok mulai menyusun Raperda Perizinan Perindustrian dan Perdagangan. Penggarapan Raperda ini dilatarbelakangi menjamurnya minimarket dan pusat-pusat perbelanjaan, sehingga mengancam keberadaan toko-toko kecil yang dimiliki masyarakat.

Sekretaris Disperindag Kota Depok Zamrowi menjelaskan, penggarapan Raperda sudah memasuki tahap penggodokan. “Saat ini masih kita konsultasikan dengan konsultan hukum,” katanya kepada wartawan. Rencananya, pada 3 Agustus mendatang, Raperda ini akan disoaliasasikan untuk menjaring respon masyarakat.

Zamrowi menambahakan, jika dalam Raperda ini akan diatur tentang pembahasan jam buka dan jam tutup toko modern, izin pusat perbelanjaan seperti mall, dan juga pembinaan terhadap Pasar Tradisional. Raperda ini, kata Zamrowi, dibuat untuk melngkapi Peraturan Menteri Perdagangan no 53 tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

Sementara itu di kesempatan berbeda, Ketua DPRD Depok, Rintis Yanto menyambut baik jika pihak Disperindag akan mengajukan Raperda ini. Hanya saja, untuk mengatur keberadaan minimarket yang menjamur, Rintis menilai tidak harus bentuknya berupa Perda. “Kalau Raperda kan lama. Sebenarnya bisa saja melalui Peraturan Wali Kota,” katanya kepada wartawan di ruangannya, Kamis (29/7).

Rintis mengatakan, jika keberadaan minimarket di Depok telah mengakibatakan toko kelontong dan pasar tradisional perlahan-lahan mati. Ia mencontohkan di daerah Leuwinanggung, sebelum mini market ada, masyarakat banyak membeli kebutuhan bahan pokok, seperti beras dan minyak ke toko kelontong. Pemilik toko kelontong akan berbelanja barang dagangan ke Pasar Cisalak. Tetapi, sejak mini market ada, masyarakat secara perlahan mulai meninggalkan toko kelontong.

Berdasarakan data Diseperindag Kota Depok, sampai saat ini ada sekitar 140 minimarket yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. (A-163/das)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s