Ekonomi NTT 2010 Diproyeksi 5 Persen

Timor Exspres–KUPANG–Bank Indonesia (BI) Kupang memproyesikan pertumbuhan perekonomian Provinsi NTT memasuki Semester II/2010 sebesar 4,5 persen sampai 5 persen. Hal ini lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2009 yang sebesar 4,49 persen.

Demikian dikatakan Pemimpin BI Kupang, Lukdir Gultom, dalam acara ‘Forum Komunikasi Media BI Kupang – Harian Timor Express’, semalam di Restoran Nelayan, Kupang. Dikatakan Lukdir, meskipun tekanan dari sisi harga akan menjadi tantangan tersendiri, mengingat sampai dengan akhir Semester I, inflasi year to date NTT, dalam hal ini Kupang dan Maumere, sudah mencapai 5,42 persen, namun dari hasil survey yang dilakukan BI Kupang rutin setiap bulan, baik pelaku usaha maupun konsumen, tetap menunjukkan sinyal positif. “Paling tidak, sampai dengan akhir tahun 2010 nanti,” kata Lukdir dalam sambutannya.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, indikator ekonomi utama lainnya, tambah Lukdir, yaitu kredit perbankan, menunjukkan pertumbuhan positif. “Perbankan di NTT sampai dengan Mei 2010, menunjukkan kinerja yang baik, ditandai dengan peningkatan jumlah kredit yang disalurkan, dana pihak ketiga yang dihimpun, loan to deposit ratio yang meningkat serta non performing loans yang rendah,” terang Lukdir.

Dia lalu merincikan, kredit yang disalurkan mencapai Rp 7,37 triliun, atau meningkat 26,65 persen (y-o-y), dibanding Mei 2009 sebesar Rp 5,82 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun bulan Mei 2010 mencapai 9,36 triliun, atau meningkat 7,12 persen (y-o-y), dibanding Mei 2009 sebesar Rp 8,74 triliun.

“Dengan perkembangan ini, loan to deposit ratio (LDR) meningkat menjadi 78,68 persen, dibanding Mei 2009 sebesar 66,55 persen. Aset bank umum pada April 2010, mencapai Rp 11,92 triliun, atau meningkat 16,00 persen dibanding Mei 2009 sebesar Rp 10,27 triliun,” beber Lukdir.

Sementara dari sisi kualitas kredit yang tercermin dari NPL, kata Lukdir, pada Mei 2010 sebesar 2,03 persen atau meningkat dibandingkan dengan NPL Mei 2009 sebesar 1,70 persen. “Besaran NPL perbankan masih sangat terkendali atau lebih rendah dari toleransi NPL yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 5 persen,” tambahnya.

Pada bagian lain sambutannya, Lukdir Gultom juga memberi apresiasi kepada Harian Pagi Timor Express yang selama ini se-visi dengan Bank Indonesia dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi NTT ke arah yang lebih baik, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat NTT yang diharapkan. “Semoga, di-usianya yang ketujuh tahun ini, Harian Timor Express tetap menampakkan eksistensinya dalam mendorong percepatan ekonomi daerah ini,” pungkas Lukdir Gultom.

Bak gayung bersambut, Dirut Harian Pagi Timor Express, Sultan Eka Putra, dalam sambutannya mengatakan, usia Timor Express yang masih belia, tentunya masih membutuhkan koreksi dan masukan demi peningkatan kinerja harian ini ke depan. Karena itu, kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia Kupang, sangat diperlukan. Turut hadir dalam pertemuan semalam, Komisaris Utama Timor Express, Syamsu Nur. (rsy)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s