Cukup Empat Daerah Otonomi Khusus

Minggu, 01 Agustus 2010 | Kontan
BANDUNG. Pemerintah memutusakan tidak akan menambah lagi daerah otonomi khusus baru di Indonesia. Dengan kata lain, setelah empat daerah otonomi khusus yang ada saat ini, tidak akan ada lagi daerah otonomi khusus baru.

Keempat daerah otonomi khusus yang sudah berdiri itu adalah DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nanggroe Aceh Darussalam, serta daerah otonomi khusus Papua dan Papua Barat. “Kebijakan pemerintah dengan diskresi eksekutifnya, ternyata, empat inilah yang ternyata dianggap ideal,” ujar Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono, Sabtu (31/7).

Sebenarnya, daerah lain masih bisa memperoleh status khsusus. Namun bentuknya hanya pemberian wewenang khusus untuk menjalankan sektor-sektor tertentu yang menjadi unggulan daerah itu. Soni mencontohkan provinsi Bali yang memiliki sektor pariswisata yang berkembang pesat. Dengan kelebihan itu, Bali bisa memperoleh wewenang untuk menjalankan fungsi khusus mengembangkan sektor pariwisata.

Menurut Soni, untuk selanjutnya, konsep status khusus seperti itulah yang akan diberikan pemerintah bagi daerah-daerah lain yang menuntut status khusus. “Jadi, bukan pengertian otonomi khusus seperti Papua maupun Aceh,” terang Soni.

Dia menambahkan,kalangan masyarakat di daerah Surakarta, Buton, dan Bone pernah mengusulkan akan mereka memperoleh status otonomi khusus. Mereka menilai layak mendapat status otonomi khusus lantaran dulunya adalah kerajaan seperti Yogyakarta dan Aceh.

Tapi, pemerintah tidak bisa memberikan otonomi khusus kepada setiap daerah yang dulunya kerajaan. Menurut Soni, status khusus yang disandang Yogyakarta dan Aceh menjadi bagian erat dari proses sejarah proklamasi kemerdekaan.

2 responses to “Cukup Empat Daerah Otonomi Khusus

  1. Bali saya lihat sudah menjalankan Otonomi Khusus. Beberapa ciri yang memberikan kekuasaan pada desa dan adat sudah sangat luar biasa. Kalau Otsus seperti Aceh dan Papua kelihatan memang istimewa karena ada tambahan duitnya. Kalau itu pasti jakarta tak berdaya.

  2. kulub mail basri

    Saya sangat menghargai pendapat ini karena pemberian daerah khusus itu karean perjuangan dulu tapi sekarang adalah perjuanngan untuk memakmurkan daerah banyak kita lihat daerah itu mempunyai hasil BUMI yang sangat besar tapi rakyatnya atau masyarakatnya miskin nah seperti inilah harus ada kekhususan tersendiri sehingga daerah itu dapat jatah pembagian dari hasil bumi itu lebih besar jangan hasilnya ke Pemerintah pusat saja yang banyak tapi daerah sedikit sehingga kalau kita lihat pegawai perusahaan hasil BUMI itu Makmur mempunyai kenderaan roda empat lebih dari satu sedangkan masyarakat sekitar perusahaan BUMI itu punya sepada (Kereta angin ) saja tidak puinya ini kan kesenjangan namanya, bahaya sekali , hati-hati dong nanti mengeluarkan biaya lebih besar seperti biaya pengamanan atau biaya untuk meredam pemberontakan, lihat saja sering kasus di TIMIKA , mudah-mudahan kita semua cepat sadar dari tidurnya. amiiiiiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s