Jangan Kambinghitamkan Anggaran

DPRD Minta KPU Beri Laporan

Cendrawasih.com 28-7-2010- JAYAPURA-Terkait kembali ditundanya proses Pemilukada oleh KPU Kota Jayapura yang salah satu alasannya adalah karena belum adanya anggaran tambahan dari Pemkot Jayapura mendapat tanggapan serius Walikota Jayapura Drs. M.R. Kambu,M.Si.
Kambu menegaskan agar KPU Kota Jayapura jangan terus–terus mengkambinghitamkan anggaran terkait dengan penundaan Pemilukada di Kota Jayapura. “Saya minta jangan karena alasan uang dan mengkambinghitamkan biaya, lalu Pemilukada ditunda,” katanya ketika dihubungi Cenderawasih Pos, kemarin.

Walikota justru balik menuding bahwa sesunguhnya penundaan Pemilukada itu akibat dari kesalahan KPU sendiri yang tidak bisa memegang aturan perundang–undangan yang berlaku, sehingga KPU harus menuai gugatan.

Seperti yang sudah ditegaskan bahwa biaya atau anggaran untuk mendukung Pemilukada tersedia dan pihaknya siap menyalurkan asalkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. “Karena kalau bilang biaya tidak ada, lalu uang yang kurang lebih Rp 5 M itu bukan uang kah,” tanyanya.
Bagi Walikota, rasionalitas dan pertanggungjawaban dalam penggunaan dana sangat penting untuk membantu kelancaran pencairan dana. ”Karena yang kita butuh adalah pertangungjawabannya bukan rincian kertas laporan akomodasi sekian miliar, tetapi apa yang telah dibelanjakan dengan uang itu,” ujarnya.

Kendati begitu, Walikota tetap akan menyediakan anggaran untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Pemilukada, sehingga ia sangat tidak setuju kalau disebut – sebut tidak ada biaya, bahkan pihaknya siap untuk kembali menambah anggaran kalau memang tidak cukup, tetapi sekali lagi semua harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Soal berapa besar tambahan biaya nanti, Walikota enggan menyebutkannya, namun semua pihaknya juga akan mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Kita akan tetap tambah biaya kalau memang biaya yang ada tidak cukup, dan kita tidak mau kalau ada statemen bahwa dana tidak ada biaya, kita sudah keluarkan uang kurang lebih Rp 5 M itu, jadi kalau bilang dana tidak ada, itu sebenarnya sama dengan tidak akui apa yang diterima. Dana itu harusnya digunakan untuk membiayai kegiatan pokok, dengan mengacu pada persayaratan, kita pertangungjawabkan lagi. Masak dana itu sudah habis lalu kegiatan pokok belum dibiayai,” paparnya panjang lebar.

Diakui Walikota, memang dana tersebut juga digunakan untuk membiayai PPD dan PPS, tetapi pihaknya tidak yakin jumlahnya sampai bermiliar–miliar. “Yang kita pertanyakan adalah untuk apa dana Rp 5 Miliar itu,” sergahnya kendati ia akan tetap mengikuti setiap proses Pemilukada dan siap menyediakan anggaran.
Ditanya apakah nanti akan meminta BPK untuk mengaudit KPU Kota Jayapura, Walikota mengatakan, tidak perlu, sebab kelak di akhir tahun semua anggaran akan tetap diaudit dalam satu paket, termasuk dana yang dikelola oleh KPU.

Lebih jauh, Walikota juga menghimbau PTUN maupun para penggugat agar mempercepat proses hukum yang tengah berlangsung, sehingga masyarakat tidak terlalu lama menunggu.

Para penggugat juga diharapkan bisa menerima keputusan PTUN nanti jika sudah ada keputusan tetap. Sebaliknya kepada KPU, pihaknya meminta agar jika nanti keputusan PTUN sudah ada, KPU harus cepat memproses sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.
“Jadi kalau bisa dipercepat, agar tahapan selanjutnya bisa berjalan. Kedua, bila pada saatnya badan peradilan atau PTUN telah memutuskan apa, putusan itu dikembalikan ke KPU agar memproses secepatnya sesuai dengan keputusan juga. Dan Ketiga saya minta kalau proses hukum di PTUN dan KPU telah tuntas, maka semua pihak harus bisa menerima dan melaksanakan,” himbaunya.

Tak hanya itu, poin berikutnya yang diharapkan Walikota adalah meminta masyarakat Kota Jayapura agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga Kota Jayapura sebagai kota yang aman dan siap mengikuti setiap tahapan Pemilukada selanjutnya yang akan dilaksanakan ke depan.

“Saya juga mengajak kita semua untuk berdoa siapapun nanti yang akan terpilih, berarti itulah yang Tuhan kehendaki dan itulah pilihan rakyat dan siap untuk memimpin ke depan,” tandasnya
Sementara itu, Ketua KPU Kota Jayapura Hendrik Blesskadit ketika dikonfirmasi terkait pengelolaan anggaran enggan memberikan komentar. Namun ditegaskan bahwa kalau soal pertanggunngjawaban sebenarnya sudah disampaikan, tetapi ia menolak untuk mengomentarinya dengan panjang lebar.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua I DPRD Kota Jayapura, Elly Karury saat ditanya terkait permintaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura untuk penambahan anggaran Pemilukada 2010 ini, pihaknya menjelaskan, hal itu sah-sah saja, asal penggunaan dana Rp 5 miliar yang telah dikucurkan pemerintah sebelumnya dapat dipertanggungjawabkan dengan menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah dan DPRD Kota Jayapura.
Sebab menurutnya, peraturan sangat jelas dan ketat, bahwa tiap uang pemerintah yang sudah dikeluarkan harus dilaporkan penggunaannya. Dengan laporan tersebut akan diketahui pengunaan dana yang sudah ada. “Jika benar dana tersebut kurang, penambahan anggaran dimungkinkan diambil dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini. “Bahkan kami akan membantu KPU memperjuangkan penambahan dana tersebut jika benar dana Rp 5 miliar itu kurang, jadi silahkan serahkan dulu laporannya,” ungkapnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD ini, jauh hari sebelumya, KPU sudah harus menyerahkan laporan pengunan dana itu, namun hingga mendekati agenda pemaparan visi misi oleh para calon walikota, awal Agustus ini, KPU Kota belum menyerahkan laporannya.

Menurut informasi yang didengarnya, Sekda Kota telah mempersiapkan dana tambahan dari ABT. Akan tetapi soal jumlah dana yang disediakan tersebut belum diketahuinya, apalagi hingga kini dengan belum diserahkannya laporan KPU itu, sehingga belum dapat menyebutkan berapa jumlah dana yang dibutuhkan tersebut.

Untuk itu, dewan akan segera menyurat ke KPU Kota guna meminta laporan tersebut serta mempertanyakan penyebab penundaan Pemilukada ini. (ta/rik/fud) (scorpions)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s